Rossifumi Julukan Rossi yang diciptakan oleh temannya saat
Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan
pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu
berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin
Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka
Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha
berada dalam beda tim namun satu grafis, yaitu dominasi warna biru. Rossi berada
di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna
Gauloises Tech 3 Yamaha Team. Valentinik Julukan ini berasal dari tokoh kartun
Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik. Julukan ini
dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.
The Doctor Setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000
Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh
keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi, selain itu ia juga
menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen gila, ia menganggap
pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.”Di
balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem,
dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Disamping itu, nama Valentino di Italia
kebanyakan digunakan oleh para dokter. Ia juga mulai mengurangi perayaan
kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan. “Cukup dengan melambai
seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat
saya.”
Showing posts with label valentino rossi motogp. Show all posts
Showing posts with label valentino rossi motogp. Show all posts
Thursday, March 14, 2013
Julukan Rossi
Dalam perjalanan balapnya rossi, kerap berganti julukan dan
melakukan hal-hal yang menarik perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa
semuanya itu dilakukan dimulai dengan niat bersenang-senang dan melakukan
sesuatu yang lucu.
Rossi Merasa seperti Belum Pernah Tinggalkan Yamaha
![]() |
| Source: motogp.com |
Rossi pernah bergabung dengan Yamaha sejak musim 2004 hingga 2010, sebelum pindah ke Ducati. Selama kurun waktu tersebut, "The Doctor" sukses merengkuh empat gelar juara dunia dan meraih 46 kemenangan. Tetapi selama dua musim bersama Ducati, pebalap Italia ini tak pernah jadi juara dan hanya tiga kali naik podium.
Nah, mulai musim 2013, Rossi akan kembali menjadi partner mantan rekan setimnya antara 2008-2010, Jorge Lorenzo, yang baru saja menjadi juara dunia MotoGP 2012. Rossi merasa sangat senang bisa kembali ke tim Jepang ini.
"Ini adalah sebuah perjalanan kembali bagiku, dan rasanya seperti saya belum pernah meninggalkan mereka," ujar Rossi kepada Gazzetta dello Sport seperti yang dikutip dari Autosport, Jumat (16/11/2012), usai uji coba pasca-musim bersama Yamaha di Valencia dan Aragon.
"Setelah menghabiskan waktu tujuh tahun di sini, sudah banyak orang yang saya kenal."
Yamaha terpaksa meninggalkan uji coba resmi di Valencia pada Selasa (13/11), karena cuaca yang sangat tidak bersahabat. Mereka memutuskan untuk pergi ke Aragon dengan harapan bisa menjalani uji coba itu dengan baik. Sayang, justru pada hari Rabu (14/11), cuaca di Aragon buruk dan di Valencia sedikit lebih baik.
"Kami sudah pindah dari Valencia ke Aragon karena kami mengharapkan cuaca yang bagus. Malah, kami justru mendapatkan hujan yang lebih lagi," jelas Rossi mengenai uji coba tersebut.
"Dan ini menambah luka - karena kami perlu menguji dua atau tiga hal penting untuk pekerjaan motor tahun depan - cuaca bagus terjadi di Valencia dan mereka bisa melakukannya di sana."
"Kami perlu sejumlah lap di lintasan kering, malah kami terpaksa harus menunggu untuk tes tahun depan sebelum kembali lagi ke trek."
sumber : kompas
Saturday, March 9, 2013
3 Harapan untuk Valentino Rossi di MotoGP 2013
Oleh: Fajar Sasmita
1. Kembali kompetitif di barisan depan (memenangkan lomba)
Selama membela tim Ducati selama 2 musim terakhir, Vale sangat teramat sangat jarang berada di baris terdepan. Dari 35 balapan bersama Ducati, Vale hanya berhasil meraih 3x podium. Prestasi terbaiknya pun hanya podium ke -2. Dengan kembalinya Valentino ke Yamaha di harapkan rider asal Italia ini mampu untuk tampil kompetitif bersaing untuk memenangkan lomba. Cahaya terang mulai kian tampak saat tes Sepang dilalui. Valentino konsisten mencatatkan waktu terbaik dalam posisi 4 besar. Ini menjadi pertanda awal yang baik, tidak hanya bagi Vale sendiri tapi bagi semua penggemar MotoGP pada umunya dan penggemar Valentino Rossi pada khususnya. Setidaknya tidak lama lagi Vale akan mengakhiri puasa kemenangan yang terakhir di raihnya saat GP Malaysia 2010 silam.
Akankah Valentino Rossi akan kembali? Walau tidak dalam setiap kemenangan setidaknya dalam satu atau dua kemenangan kita dapat menyaksikan aksi tersebut. Valentino Rossi… dunia dan seluruh Rossifumi menantimu…
3. Meraih Gelar Juara ke – 10 (dan seterusnya)
Ini yang paling ditunggu-tunggu Rossifumi, di usianya yang sudah menginjak 34tahun diharapkan Valentino masih bisa bersaing memperebutkan kemenangan dan akhirnya bisa meraih Gelar Juara Dunia yang ke – 10 di musim ini.
Sumber: http://olahraga.kompasiana.com/balap
Hari ini, tepat hari lahir Sang Legenda Hidup MotoGP,
Valentino Rossi yang ke – 34. Bersamaan dengan itu saya (dan munkin seluruh
penggemar Valentino) mempunyai harapan untuk Valentino di MotoGP 2013. Setelah
musim sebelumnya awan mendung menyelimuti saat di tim Ducati kini titik terang
mulai nampak pada wajah Vale setelah ia memutuskan untuk kembali bersama
Yamaha... dan berikut 3 harapan untuk pemilik abadi ‘si kuning’ Empat Enam
di MotoGP 2013;
Selama membela tim Ducati selama 2 musim terakhir, Vale sangat teramat sangat jarang berada di baris terdepan. Dari 35 balapan bersama Ducati, Vale hanya berhasil meraih 3x podium. Prestasi terbaiknya pun hanya podium ke -2. Dengan kembalinya Valentino ke Yamaha di harapkan rider asal Italia ini mampu untuk tampil kompetitif bersaing untuk memenangkan lomba. Cahaya terang mulai kian tampak saat tes Sepang dilalui. Valentino konsisten mencatatkan waktu terbaik dalam posisi 4 besar. Ini menjadi pertanda awal yang baik, tidak hanya bagi Vale sendiri tapi bagi semua penggemar MotoGP pada umunya dan penggemar Valentino Rossi pada khususnya. Setidaknya tidak lama lagi Vale akan mengakhiri puasa kemenangan yang terakhir di raihnya saat GP Malaysia 2010 silam.
2. Selebrasi kemenangan yang unik nan menghibur
Seiring tercecernya Valentino dari persaingan baris
terdepan bersama Ducati, tentu kita sudah tidak pernah lagi melihat selebrasi
dari Valentino Rossi. Tentu semua sepakat bahwa Vale lahh pencetus aksi-aksi
selebrasi yang ‘gila’..rider mana yang sengaja untuk mampir di toilet…Akankah Valentino Rossi akan kembali? Walau tidak dalam setiap kemenangan setidaknya dalam satu atau dua kemenangan kita dapat menyaksikan aksi tersebut. Valentino Rossi… dunia dan seluruh Rossifumi menantimu…
3. Meraih Gelar Juara ke – 10 (dan seterusnya)
Ini yang paling ditunggu-tunggu Rossifumi, di usianya yang sudah menginjak 34tahun diharapkan Valentino masih bisa bersaing memperebutkan kemenangan dan akhirnya bisa meraih Gelar Juara Dunia yang ke – 10 di musim ini.
Sumber: http://olahraga.kompasiana.com/balap
Suatu Hari, Saat MotoGP Tidak ada Rossi
Oleh: Zaenal Abidin
Ketika Rossi pindah ke Ducati banyak kalangan yang menilai bahwa The Doctor akan bisa sukses sebagaimana dahulu ketika hijrah dari Honda ke Yamaha meski tidak sedikit pula yang pesimis Rossi bisa mengulang kesuksesannya yang fantastis itu saat merengkuh gelar juara dunia bersamaYamaha yang sebelumnya menjadi tim kelas 2.
Tapi akhirnya
waktulah yang menjawab teka-teki apakah sang maestro balap MotoGP itu bisa
kembali sukses bersama tim barunya Ducati. Mencengangkan memang, di musim
pertamanya bersama Ducati The Doctor hanya satu kali naik podium. Itupun di
posisi ketiga. Bahkan mendekati seri-seri akhir MotoGP 2011 hasil yang diraih
Rossi tambah buruk saja.
Di musim 2012
ada secercah harapan bagi para penggemar Rossi untuk melihat jagoannya kembali
berjaya di balap motor bergengsi ini. Selain faktor motor Ducati yang telah di
perbaiki sedemikian rupa, kemudian pernyataan Rossi yang mengaku puas dengan
Desmosedici GP 12 dan pengalaman buruk yang dialami The Doctor di musim
pertamanya juga menjadi alasan bagi para penggemar Rossi untuk melihat
kebangkitan idolanya, karena yakin Rossi telah belajar banyak dari musim
pertamanya itu.
Tapi harapan
tinggal harapan, di awal musim 2012 ini performa Rossi masih saja mengecewakan.
Seri pertama di Qatar The Doctor hanya mampu finis di urutan ke-10 lebih buruk
dari rekan setimnya Nicky Hayden yang finis di tempat ke-6. perofrma buruk itu
masih saja berlanjut di seri ke-2 di Spanyol beberapa waktu lalu, Rossi hanya
start di posisi ke-13 dan finis di posisi ke-9.
Saya dan beberapa
teman penggemar MotoGP dan Valentino Rossi, merasa jenuh ketika melihat balapan
di psosisi depan selama setahun terakhir ini hanya diisi nama-nama Casey
Stoner, Dani Pedrosa, dan juga Jorge Lorenzo. Sementara Rossi, yang saya yakin
bukan saya saja yang mengatakan bahwa ”MotoGP = Rossi” tak kunjung melaju
terdepan sampai seri terakhir kemarin. Melihat
kenyataan ini kalau kita studi ke F1 (formula 1) kayak DPR saja ya..hehehe,
ketika ajang balap jet darat itu ditinggal iconnya Michel Shumacher, yang
rating penonton dan peminatnya anjlok karena pensiunnya Shumi (julukan Michel
Shumacher), sepertinya MotoGP pun tak akan jauh berbeda dengan F1 itu.
Saya yakin
butuh waktu yang tak sebentar bagi MotoGP untuk mengembalikan pamornya ke
public setelah ditinggal Valentino Rossi, hipotesa saya ini dibuktikan dengan
lingkup yang kecil dari tempat saya tinggal di Pesantren PeNUS MTI, Surabaya,
yang mulai bosan melihat MotoGP. ”Jangankan menonton, mendengar beritanya
sedikit bosan, karena pasti Rossi kalah.”demikian seloroh salah seorang teman.
Dan sepertinya bukan saya dan teman-teman saja yang akan ’meninggalkan’
menonton MotoGP, ketika menulis ini dan saya buka Kompas.com ternyata Saluran
televisi Italia, Mediaset yang merupakan salah satu media massa terbesar di Italia, memutuskan untuk
tidak memperpanjang kontrak kerja sama dengan Dorna. Artinya ia tak punya hak
lagi untuk menyiarkan balap motor paling populer di dunia saat ini MotoGP.
Benar tidaknya
hipotesis saya ini, lebih bijak kita ikuti saja MotoGP musim 2012 ini dan suatu
saat nanti ketika di MotoGp tak ada lagi sang Maestro, The Doctor Valentino
Rossi, apakah masih ’Bersinar’ pamor MotoGP. Atau redup dan mulai ditinggalkan
penggemarnya?????? Kita lihat saja.
Sumber: http://olahraga.kompasiana.com
Labels:
rossi,
rossi motogp,
valentino rossi,
valentino rossi motogp
Friday, March 8, 2013
Menanti Seri Perdana MotoGP Qatar 2013
![]() |
| International Losail Circuit of MotoGP |
Memasuki tahun kesepuluhnya dalam menggelar balap MotoGP, sirkuit Qatar menambah jumlah kapasitas penonton sebanyak 2500 orang. Presiden Qatar’s Motor Sports Association QMMF Nasser Khalifa Al-Attiyah mengatakan, akan melakukan sejumlah penambahan kapasitas penonton dan perbaikan hingga pemudahan akses antar tribun. “Di tribun baru bisa menampung 2500 penonton. Kami akan memperbarui kursinya (di tribun utama) sebanyak 7500 buah, sehingga total kapasitas penontonnya meningkat jadi 8000. Sirkuit yang dibangun pada tahun 2003 itu telah menelan dana hingga 75 juta US$. Kemudian pada 2004 baru pertama kali menyelenggarakan MotoGP.
Bicara tentang motogp sepertinya tidak ada habis-habisnya. Dunia balap motogp selalu dipenuhi dengan atmosfir persaingan antara para rider motogp, antara para konstruktor/tim pabrikan, bahkan antara teknologi Asia vs teknologi Eropa. Selain itu, selalu ada perkembangan baru di dunia motogp, para pembalap baru yang baik kelas, teknologi baru pada motor yang dipakai, sirkuit baru, persaingan baru, dll.
Salah satu daya tarik utama motogp adalah atmosfir persaingan yang semakin kental diatara para pembalapnya, terutama para pembalap yang menjadi punggawa di tim pabrikan utama. Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi akan membela Tim Yamaha dengan YZR-M1 nya, sementara Dani Pedrosa dan Marc Marquez akan membela Honda Repsol Tim dengan kuda besutannya Honda RC213V. Ducati sendiri akan dibawa oleh Andrea Dovizioso dan Nicky Hayden, namun persaingan ketat diprediksi akan terjadi antara Honda dan Yamaha sebagaimana kita ketahui di musim-musim balap sebelumnya, kedua tim ini saling berebut untuk menjadikan ridernya Juara Dunia MotoGP.
Bicara teknologi motor, Honda dan Yamaha sepertinya yang paling siap untuk show off di sesi Qatar April mendatang. Honda dan Yamaha terus meningkatkan performa motornya melalui pengembangan teknologi yang dibenamkan di motornya. Hal ini terlihat dari hasil selama sesi latihan di Sepang bulan lalu, dimana Honda masih mendominasi hasil tercepat disusul oleh Yamaha dengan perbedaan waktu yang tidak terlalu jauh. Dari hasil tes tersebut, secara umum, Dani Pedrosa menjadi pembalap tercepat, disusul Lorenzo, Rossi dan Marquez.
Jika berpijak dari hasil sesi latihan tersebut, maka prediksi untuk balapan di Losail pada 7 April mendatang tampaknya tidak akan jauh berbeda, grid depan diprediksikan akan menjadi milik the fantastic four, yaitu Lorenzo, Pedrosa, Rossi dan Marcquez. Persaingan akan sangat ketat antara Pedrosa dan Lorenzo, sementara Rossi bisa jadi akan adu cepat dengan Marc. Luar biasa, Marc Marquez kini bisa adu balap dengan idolanya sendiri, yaitu Rossi.
Lalu bagaimana dengan nasib Ducati? Ducati sepertinya akan berkompetisi di grid kedua, bersama duo tim Yamaha Monster Tech 3, dan bersaing dengan sesama pembalap Ducati sendiri. Hal ini sangat mungkin terjadi karena spesifikasi motor di tim utama sama dengan spesifikasi motor di tim satelit, sehingga Dovi, Hayden, Spies dan Ianonne akan memiliki motor yang sama. Ini adalah kebijakan baru di Ducati sejak Ducati diakuisisi oleh Audi.
Thursday, June 24, 2010
Yamaha announce Yoshikawa as replacement for injured Rossi

Wednesday, 23 June 2010
The experienced test rider will stand in for the Fiat Yamaha team from the Gran Premi Aperol de Catalunya until the World Champion is back to full fitness.
Yamaha Motor Racing have confirmed that their experienced test rider Wataru Yoshikawa will join the Fiat Yamaha team for the Gran Premi Aperol de Catalunya on July 4th, riding in place of injured World Champion Valentino Rossi until the Italian is back to full fitness following his broken leg.
Yoshikawa, a two-time Japanese superbike champion, will ride Rossi’s YZR-M1 for the Italian’s side of the Fiat Yamaha garage and is expected to be with the team for at least three races, after which more is expected to be known about Rossi’s expected return date.
Managing Director of Yamaha Motor Racing Srl, Lin Jarvis, said: “We have considered many different scenarios and candidate riders to fill the temporary vacant seat in the Fiat Yamaha Team. We had always planned to use a rider from within the Yamaha Motor & Tech 3 family but for each rider we considered who is in active competition, their move to the Fiat Yamaha Team would have created another problem for their own racing programme or for the teams in which they are engaged.”
“Finally, after a great deal of consideration, we have selected Wataru Yoshikawa, our Japanese YZR-M1 test rider, to join us as our substitute rider. We provisionally plan for three races (Catalunya, Sachsenring and Laguna Seca) but we will adjust the plan accordingly when we know more about Valentino's expected date of return.”
Yoshikawa, who has ridden as a wildcard once before in MotoGP when he finished 12th at Motegi in 2002, stated: "I'm happy to have this chance to stand in for Valentino while he is recovering and to compete in MotoGP again. Looking at the Fiat Yamaha Team results with the 2010 YZR-M1, I can see that the winter developments were correct and now I am looking forward to having the chance to gather some ‘real racing' data, which will be very helpful for the future development of the M1."
Jarvis further welcomed the experience and knowledge of 41 year-old Yoshikawa, adding: “The benefit of Wataru's presence in our team will be threefold. Firstly he brings with him a wealth of experience riding the YZR-M1. Secondly his presence allows us to fulfil our contractual obligations and to join the team's quest to accumulate points for the Team Championship. Thirdly he will gain valuable first hand MotoGP race experience in three challenging circuits which will surely be very useful to assist him and Yamaha with the future development of the YMR-M1. We look forward to welcoming Wataru into our team while we wait for Valentino's return to full fitness."
Reference: www.motogp.com
Wednesday, February 24, 2010
Bisakah Valentino Rossi Mempertahankan Gelarnya?

By: Hermawan Patrianto
Musim 2010 tampaknya bakal jadi ajang paling seru balapan motogp, terutama di kelas motogp 800 cc. Peta persaingan antar pembalap dan konstruktor semakin ketat. Yamaha terus meningkatkan performa Yamaha YZR-M1 nya sementara itu, Ducati juga menyempurnakan Desmosedici-nya. Demikian dengan konstruktor lainnya.
Hal yang menjadikan tahun ini lebih seru adalah munculnya pembalap-pembalap muda di kelas 800 cc dari kelas 250 cc, yang terbilang 5 besar kelas 250 cc, seperti Marco Simoncelli, Hector Barbera, Shinya Nakano, Alvaro Bautista, dll. Selain itu, jawara Super Bike tahun lalu, Ben Spies juga turut meramaikan aroma persaingan yang semakin ketat ini.
Valentino Rossi sebagai pemegang pimpinan rajanya balap motor tampaknya harus lebih menjaga bahkan meningkatkan performanya jika tidak mau titel jawara-nya jatuh ke pembalap lain. Strategi teknis maupun penyiapan mental harus terus disiapkan. Kita tahu, Ben Spies dalam tahun pertama berlaga di ajang World Superbike sudah mampu menduduki peringkat pertama dengan mengalahkan pesaing utamanya Noriyuki Haga.
Jika demikian adanya, pesaing utama Rossi selain Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa juga ada Ben Spies yang siap mengacak-acak posisi the Big Four. Juga dengan Marco Super Sic, yang terkenal dengan teknik balapan yang sangat ambisius, tentunya dapat menghalangi langkah Rossi.
Selain menghadapi pesaing tangguh dari Tim Lawan, Rossi juga harus bersaing dengan rekan satu timnya sendiri, Jorge Lorenzo, yang kian hari kian matang. Semoga even motogp tahun ini menyajikan sesuatu yang special dan spektakuler.
Labels:
ducati motogp,
motogp,
rossi motogp,
valentino rossi motogp
Subscribe to:
Posts (Atom)



